Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts

Saturday, February 27, 2016

DAKWAH DIBULLY, DIEJEK, DITUDUH TERORIS





Dari Anas bin Malik ra bahwa Rasulullah saw bersabda,
“Orang mu’min senantiasa berhadapan dengan lima ujian yang menyusahkan, yaitu:
Oleh mu’min yang mendengkinya,
Oleh munafik yang selalu membencinya,
Oleh kafir yang selalu memeranginya,
Oleh nafsu yang selalu bertarung untuk mengalahkannya, dan Oleh setan yang selalu menyesatkannya.”

Berdakwah adalah perkara yang berat dan melelahkan. Perasaan yang tidak nyaman sering datang, bahkan kepada nabi-nabi terdahulu atas penolakan kaumnya terhadap dakwah yang diserukannya. Tapi ya begitulah dakwah, tidak ada yang mudah.

Semua perkara dakwah menguras tenaga, pikiran, perasaan, bahkan nyawa. Namun Allah tidak akan pernah meninggalkan hamba-Nya ‘terasing’ dengan dakwah yang diembannya. Allah senantiasa memberikan petunjuk dan hidayah-Nya serta jalan keluar dalam berdakwah demi tercapainya risalah kebenaran Islam ke seluruh penjuru dunia.
Yuk ah semangat lg dakwahnya kawan!

ALLAHU AKBAR!

Posisi sosialisme dan kapitalisme perang terhadap Islam. Sosialisme-komunisme telah runtuh, Sekulerisme kini dominan di seluruh dunia menginginkan pemisahan agama dari negara menurut doktrin negara sipil sekuler. Kaum sekuler telah menundukkan semua hukum syara’ untuk ditundukkan kepada pemungutan suara menurut hawa nafsu Dewan Perwakilan Rakyat. Keputusan itu bertujuan agar mayoritas kursi diisi oleh setiap orang yang mengusung slogan-slogan liberalisme demokrasi, meski dengan jalan membeli suara menggunakan harta. Hal itu agar mereka bisa menghancurkan semua hukum Islam.
Read More

Sunday, February 14, 2016

Yang nyuruh nutup aurat siapa?

"Aurat bagi kaum laki-laki adalah antara pusar sampai dengan lutut, sedangkan aurat perempuan seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan”.

Sayangnya perkara ini telah banyak dilupakan, banyaknya wanita yang malah justru "memamerkan" auratnya, begitupun laki-laki, banyak diantaranya dengan santainya beraktifitas di luar rumah hanya bercelana pendek dan menampakkan paha-paha mereka.

Seorang lelaki yang baligh diperintahkan baginya menutup aurat sebagaimana hal ini telah jelas wajibnya bagi kaum wanita. Dari sini bisa dipetik faedah, bahwa adanya perintah tentu berkonsekuensi timbulnya larangan. Maka, kita diperintahkan untuk menutup aurat dan dilarang untuk menampakkan ataupun melihat AURAT ORANG LAIN.

“Seorang lelaki tidak boleh melihat aurat laki-laki yang lain dan seorang wanita tidak boleh melihat aurat wanita lain.” (HR. Muslim)
Read More

Friday, February 12, 2016

Untuk Apa Sholat Selama Ini?

Shalat secara bahasa adalah doa, yang berarti mengagungkan. Sedangkan menurut syara’, shalat adalah ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan tertentu yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

Sebagai rukun Islam kedua, shalat menjadi kewajiban yang cukup diperhatikan umatnya. Akan tetapi, sebagai sebuah rangkaian ucapan dan perbuatan, shalat kerap menjadi sekadar ritual pelepas beban keagamaan.

Padahal yang lebih utama adalah pemahaman akan makna ibadah tersebut. 
Berikut adalah beberapa perintah Allah tentang ibadah shalat;

“Dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ruku’lah beserta orang yang ruku” (QS. Al Baqarah: 43)
“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku” (QS. Taha: 14)

Masih banyak ayat lainnya mengenai shalat dalam Al Quran. Dari ayat-ayat tersebut, jelaslah bahwa shalat merupakan perintah utama bagi kita. Maka jelaslah bahwa kita shalat untuk memenuhi perintah Allah yakni untuk beribadah kepada-Nya sebagaimana dikatakan dalam ayat berikut;
“Dan tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Ad Dzariyyat: 56)

Oleh karena itu, mari kita pahami makna ibadah utama ini dan sempurnakan kualitasnya terutama dengan shalat tepat waktu. Mari menjadi muslim yang shaleh dan cerdas!
Wallahu A’lam.

Penulis: Bramantya Wicaksana – FKUI 2011
Read More

Friday, November 27, 2015

Sholat Mencegah Perbuatan Keji dan Mungkar

ADAKAH SOLAT KITA MENCEGAH KITA DARI PERKARA YANG KEJI & MUNGKAR?


Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Solat bisa mencegah dari kemungkaran jika solat tersebut dilakukan dalam bentuk sesempurna mungkin.
Mungkin kita dapati hati kita tidak berubah dan tidak benci pada perbuatan fahisyah (keji) atau mungkar setelah kita laksanakan solat atau keadaan kita tidak berubah menjadi lebih baik, mengapa demikian?


Itu boleh jadi kerana solat kita bukanlah solat yang dimaksud iaitu yang bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.


Ingatlah bahawa firman Allah itu benar dan janji-Nya itu pasti iaitu solat itu memang bisa mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.


Sebenarnya, solat itu demikian ialah jika engkau bertekad untuk bermaksiat atau hatimu condong pada maksiat, lalu engkau lakukan solat, maka terhapuslah semua keinginan buruk tersebut.


Namun dengan syarat, solat itu adalah solat yang sempurna. Wajib kita meminta pada Allah agar kita diberi pertolongan untuk mendapat bentuk solat seperti itu. 


Marilah kita sempurnakan solat sesuai dengan kemampuan kita dengan memenuhi rukun, syarat, wajib, dan hal-hal yang menyempurnakan solat sehingga solat benar-benar menjadi perisai mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.


Sebahagian ulama salaf sampai berkata, jikalau solat yang kita lakukan tidak mencegah dari yang mungkar, bermakna kita semakin jauh dari Allah.


Nas-alullah al ‘afiyah, kita mohon pada Allah keselamatan kerana mungkin boleh jadi solat yang kita lakukan tidak sesuai seperti yang dituntut. 


Lihatlah para ulama salaf dahulu, ketika mereka masuk dalam solat mereka, mereka tidak merasakan lagi apa-apa, semua hal di fikiran disingkirkan kecuali hanya sibuk bermunajat dengan Allah Ta’ala.” (Syarh Riyadhis Sholihin, 5: 45-46).

Sumber : cahaya_islam

Read More

Wednesday, November 25, 2015

Ketetapan Allah


Berhati-hatilah terhadap dua hal yang di benci, yaitu kematian dan kemiskinan.
Ketetapan Allah antara kaya dan miskin, aku sama sekali tidak perduli akan dijadikan orang miskin atau kaya ...
Aku hanya berharap jika aku ditakdirkan menjadi kaya, maka Allah menjadikan aku dermawan dan jika miskin aku bersabar -Al Fawaaid-
Begitu mulianya para sahabat Nabi shalallahu 'alaiho wasallam ...
Mereka mencampakkan urusan dunia dan tidak melalaikan diri didalamnya .. bahkan khawatir jika telah dibukakan dan dihamparkan kepada mereka, mereka lupa pada Allah ...
berbeda halnya dengan zaman sekarang .. zaman dimana yang dikaruniai harta kikir , merasa bahwa hartanya ia dapat atas usaha dan keringat sendiri dan yang miskin semakin kufur, tidak bersabar atas apa yg sedang menimpanya
Astagfirullahal adzim ...
Sumber :
IG @lensadakwah
Read More

Saturday, June 6, 2015

SEKALI SAJA LAH... NGGAK USAH SHALAT.. .



Bayangkan jika engkau meninggalkan shalat sekali .. dan malaikat maut mengambil nyawamu sementara engkau dengan sengaja meninggalkan Shalat

Bagaimana kita akan mempertanggung jawabkannya pada Allah ?? sekali kita meninggalkan shalat, kemudian tidak terasa kita mengulangi hal itu lagi terus dan terus sesuka hati ...

Apakah kita pikir kematian akan mengetuk dulu pintu rumah kita , kemudian kita mempersiapkan segala sesuatunya , baru setelah itu malaikat mencabut nyawa

Tidak …
Sesungguhnya Ajal tidak menunggu kita siap

Berapa kali kita melihat ajal datang bahkan kepada bayi yang baru lahir, kepada jiwa-jiwa yang sehat.. yang pagi harinya lari pagi kemudian malamnya dikuburkan ???

Pada hari kiamat nanti akan ada orang2 yang mengemis kepada Allah ingin dikembalikan kedunia untuk menghabiskan kehidupan mereka di jalan Allah, hanya semata-mata untuk ibadah

Tapi tidak ada kesempatan kedua .. engkau mendapatkan yang layak seperti apa yang mereka katakana “YOLO” you life only one
Engkau hidup hanya sekali ….

Entah engkau pergunakan untuk berbuat baik dan memesan tempat mu di surga .. atau malah disia-siakan .. dengan mengabaikan nasihat2 baik yang datang kepadamu, menjauhi Allah, tidak berbakti pada orang tua, dan melakukan larangan2 Nya .. yang kemudian pada hari kiamat engkau akan melihat Allah murka kepadamu

Sadarilah apa yang sedang kita lakukan saat ini … Mendekat pada JannahNya atau malah semakin dalam pada AzabNya
Naudzubillah hi min dzalik
_________________________

Semoga Allah selalu membimbing kita dan membuat kita teguh dengan shalat kita, dan memudahkan bagi kita jalan di hari kiamat. Aamiin.

Sumber : lensadakwah
Read More

Monday, June 1, 2015

Musibah Dan Masalah



Dalam Islam, tingkatan menghadapi musibah dan masalah:

1. Marah (tidak terima)

2. Menahan diri/bersabar (hati mungkin masih tidak terima, tetapi menahan diri)
3. Ridha (hati menerima dan lapang dada)
4. BERSYUKUR karena penghapus dosa dan meningkatkan derajat

Ini sebagaimana dijelaskan oleh syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah


“Manusia ketika tejadi musibah ada 4 keadaan: [1]Marah, [ 2] Bersabar [3] Ridha [4] Bersyukur. Inilah keadaan manusia ketika terjadinya

musibah.”

Kami Mendapatkan sharing tulisan yang bagus (semoga Allah memberikan kebaikan yang banyak kepada penulisnya):


Orang konyol buat masalah…

Orang kerdil memperbesar masalah….
Orang biasa membicarakan masalah….
Orang besar mengatasi masalah…..
Orang bijak bersyukur dengan masalah….
Orang kreatif melihat peluang dari masalah….
Orang bertaqwa naik derajat karena masalah….

Jadi, ga ada masalah dengan “masalah”….

Masalahnya, bagaimana cara kita menyikapi “masalah”….
Karena hakikatnya, hidup itu rangkaian “masalah” demi “masalah”.

So, Jadikanlah “MASALAH” sebagai “Masa mengenal Allah”.

[selesai kutipan]

Demikianlah ajaran Islam. Mengajarkan bijak menghadapi masalah bahkan bersyukur.


Cobaan dan musibah itu selalu datang dan niat Allah adalah agar membersihkan dosa-dosa kita ketika kita bijak menyikapinya, berkhusnudzan bahkan bisa bersyukur. .

Sehingga bisa jadi kita menghadap Allah tanpa dosa sama sekali

Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,

“Cobaan akan selalu menimpa seorang mukmin dan mukminah, baik pada dirinya, pada anaknya maupun pada hartanya, sehingga ia bertemu dengan Allah tanpa dosa sedikitpun.” (Hr.Ahmad)

Melihat besarnya keutamaan tersebut, pada hari kiamat nanti, banyak orang yang berandai-andai jika mereka ditimpakan musibah di dunia sehingga menghapus dosa-dosa mereka dan diberikan pahala kesabaran.


”Manusia pada hari kiamat menginginkan kulitnya dipotong-potong dengan gunting ketika di dunia, karena mereka melihat betapa besarnya pahala orang-orang yang tertimpa cobaan di dunia.” (Hr.Baihaqi)


Demikian semoga bermanfaat

Sumber : @teladan.rasul
Read More

Perintah Memperbanyak Istighfar


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mencontohkan pada umatnya untuk memperbanyak istighfar (bacaan: astaghfirullah). Karena manusia tidaklah luput dari kesalahan dan dosa, sehingga istighfar dan taubat mesti dijaga setiap saat.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Demi Allah, aku sungguh beristighfar pada Allah dan bertaubat pada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari no. 6307).

Dari Al Aghorr Al Muzanni, yang merupakan sahabat Nabi, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 
“Ketika hatiku malas, aku beristighfar pada Allah dalam sehari sebanyak seratus kali.” (HR. Muslim no. 2702).

Al Qodhi ‘Iyadh mengatakan bahwa makna hadits di atas, yaitu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan malas beliau membacanya seperti itu. Artinya, beliau rutin terus mengamalkan dzikir istighfar setiap harinya. Lihat Syarh Shahih Muslim karya Imam Nawawi, 17: 22. 

Read More

FOLLOW US @ INSTAGRAM